Wednesday, July 7, 2010

Ketika Aku Kecewa PadaNya

Layakkah aku menggugat Tuhan, layakkah aku menyalahkan Tuhan?Layakkah aku mendiamkan Tuhan?Pikiran-pikiran bodoh tak masuk akal itu tiap hari mengerubung di otak. Aku tau aku tak layak "ngambek" padaNya,tapi percaya atau tidak aku melakukannya. Tentu dibalik aksi bodoh tersebut ada faktor yang melatarbelakanginya. Alasan nya klise yaitu karena aku merasa Tuhan itu tidak adil, aku merasa Tuhan itu pilih kasih. Ada bernacam-macam unek-unek serta kekesalan ku padaNya memang, yang walau kusadari aku tak layak menggugatnya tapi tetap kulakukan, 


Kekecawaanku pada hidup ini membuatku menyalahkanNya. Aku kecewa padaNya tiap aku mengalami kegagalan. Aku ngambek layaknya anak kecil karena permintaanku tak dikabulkan. Otak ku yang kecil ini terlampau tak bisa menjangkau logika atas jalan hidup yang Ia berikan padaku. Aku tak sadar akan nikmat udaraNya, nikmat panca indraNya, nikmat sandang-pangan-papanNya,padahal semua nikmatNya kan sungguh tak terhitung?Aneh memang, aku menyadari itu semua tapi tetap aku tak tau diri menggugatNya.
Aku bingung, aku merasa aku telah berusaha, namun mengapa kondisiku tetap stagnan?jalan di tempat. Aku ingin sukses tapi  malah gagal, aku ingin diterima tapi malah ditolak, aku minta yang itu tapi dikasih yang ini, aku ingin membahagiakan keluargaku tapi aku malah menyusahkan mereka. Aku ngga ngerti?? aku coba memahami ayat ini "belum tentu yang baik di matamu baik di mata Allah, dan sebaliknya." terus ku hayati tapi mengapa kok Ia tetap tak memberi kesempatan padaku disaat aku membutuhkannya?huh, mungkin akan banyak orang-orang yang membaca ini, menasehatiku dengan berkata begini"itu karena usaha kamu kurang maksimal kali, percaya aja pasti ada rencana indah yang disiapkan Tuhan untukmu, banyak2 puasa sunnah dan solat Duha, banyak beramal, lihatlah ke bawah, sabar aja, bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian, coba kamu baca biograpy Abraham Lincoln",de el el.


Ditengah ombang-ambing kekeliruanku, rasa tak berdayaku, Tuhan yang akhirnya kusadari sayang padaku menjamahku, malah Ia yang mendekatiku duluan ditengah perlawanan pasifku dengan mendiamkanNya. Ia mengajariku, membuatku mengerti melalui media jejaring sosial facebook, melalui catatan yang tak sengaja kubaca, catatan salah satu grup FB yang ku ikuti :

KUE dari ALLAH 
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, banyak masalah dalam organisasi, dan sahabat terbaiknya tidak dapat mengerti dirinya. Saat ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,
“Tentu saja, I love your cake.”
“Nih, cicipi mentega ini,” katanya ibunya menawarkan.
“Yaiks,” ujar anaknya.
“Bagaimana dengan telur mentah?”
“You’re kidding me, Mom.”
“Mau coba tepung terigu atau baking soda?”
“Mom, semua itu menjijikan.” Lalu ibunya menjawab,
“Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak.”

Allah bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Allah SWT tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Allah SWT teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.

Aku tersadar,satu kalimat yang bisa ku ucapkan setelah membacanya, "maafkan aku Tuhan.."


0 comments: