Monday, June 21, 2010

...

...malam sangat kelam, gurat-gurat staknansi tampak di langit. Angin berhembus dengan pelan, membelai helaian dedauanan yang gugur. Di antara desing renggekan deru mobil dan motor, aku berjalan melintas malamnya metropolitan, melintas di tengah udara yang menusuk raga, sementara kalbu ku melamuni butir-butir peristiwa yang terlihat. Aku amat menyukai malam, amat menyukainya melebihi siang, Malam yang hitam, membuat ku lebih mudah membaca kejujuran yang terlukis  Kemunafikan, keterpaksaan,keletihan, tak dapat menutupi dirinya di tengah gelap, Mereka semua bersinar menampakkan rupa ketampanannya. Malam mendekati subuh adalah waktu klimaks bagi pergerakan eksistensi pikiran  yang mengembara berkeliling. Saat renungan-renungan nakal mengetuk menghampiri. Fajar menyinsing semua berlalu pergi, pikiranku pun mati..

0 comments: