Friday, June 25, 2010

Aku dan Kucing

Tulisanku kali ini akan mengupas tentang kucing. Jika mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa tentang kucing?jawabannya simple, yaitu karena aku suka kucing dan di rumah memang memelihara seekor kucing jantan. Sempat sebelum memelihara kucing yang sekarang, setahun yang lalu memelihara kucing betina, tapi ya ampun jangan ditanya dukanya memelihara kucing betina, jawabannya pasti kekesalan karena aktifnya bereproduksi alias BERANAK mulu.Hahaha. Oleh sebab itu kucing yang dulu ini [sekarang udah mati] diberi nama oleh mamaku "Jablay". Ckckc,mamaku memang jagonya deh,klo urusan ngasih nama kucing. :D

Dari kecil aku memang sudah akrab dengan binatang mamalia yang satu ini, sebab sebelum mengandung aku, mama dan nenekku memang sudah memelihara kucing yang dipungutnya dari jalanan. Oleh mereka kucing ini diberi nama "Pungut".[kan udah aku bilang klo mamaku jago ngasih nama kucing ;D]. Nah karena dipungut dari kecil, maka tak heran si kucing Pungut ini tuh nurut banget, kelakuannya udah seperti Garfield yang di film deh, patuh dan cerdik. Itu menurut pengakuan mama dan nenekku sih,secara aku juga masih orok waktu itu, jadi ga tau pastilah.:P Nah karena aku punya penyakit asma yang sering kumat waktu kecil, alhasil itu kucing dicurigailah sebagai faktor pemicu, yah mau ga mau segala jenis kucing diungsikan dari kehidupanku untuk sementara.

Berawal dari kenyataan tersebut aku pun ingin mencari tahu tentang seluk-beluk kucing, terutama tentang mitos yang ada pada kucing. Khusus masalah ketertarikan terhadap mitos kucing terjadi ketika aku menonton film Cat Women karena disitu sempat ada scene yang menyinggung mitos berkaitan dengan kucing. Aku sendiri sebagai muslim pun diceritakan bahwa kucing adalah binatang kesayangan Nabi Muhamma SAW. Aku sih percaya bahwa nabi menyayangi semua binatang di bumi, mungkin karena dikisahkan bahwa nabi memiliki kucing yang bernama Muezza maka tersebarlah cerita jika binatang kesayangan Nabi Muhammad adalah kucing. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga tak bisa lepas dari mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kucing, Kita diyakini jika sedang mengendarai kendaraan tidak boleh menabrak kucing, kalaupun tak sengaja menabrak maka jasad kucing tersebut harus dikuburkan secara layak untuk menghindari terkena sial atau celaka.

Setelah mencari-cari di google akhirnya aku menenukan artikel di wikipedia tentang kucing. Sebagai gambaran bagi kalian yang kebetulan membaca tulisanku ini, artikel aku copas sebagian. Silahkan dibaca sekelumit kisah tentang kucing dari aspek budaya..


Pada masa silam diyakini bahwa nenek moyang kucing adalah Miacis, binatang liar pada masa Eosen yang sosoknya mirip musang, kira-kira 50 juta tahun silam.
Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini. [1] [2].


Sebuah topeng perunggumumi kucing di Mesir digunakan dalam pemakaman kuno.


Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dalam keadaan masih utuh, yang menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan Dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.
Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus menyebutkan bahwa kucing yang berkeliaran dengan bebas telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.
Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.
Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.
Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[1] dan Abu Hurairah.[2]
Hukum menjual dan membeli kucing pun dalam syariat Islam adalah haram hukumnya berdasarkan dalil hadits Nabi Muhammad dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah). Dalil hadits Muhammad, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwasanya sang Nabi telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing.[3] Hadits Muhammad itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjual-belikan kucing. Jadi Umat Islam diharamkan untuk memperdagangkan kucing sebagaimana mereka diharamkan memakan daging kucing.[4]


Sebagai penutup dari tulisan mengenai kucing ini,dimohon izinkanlah sang empunya blog pamer photo dengan kucingnya.[Narsiz dikit, boleh donk??Haha].



                                            
                  Kucingku sekarang, diberi nama "Omen".


                                                    
                              Hahay,Pic of Me and My Kitty






                                        
          Wadoh, nih kucing sok jual mahal klo diajak narsiz.Hehe



Last pic. [Ketara banget klo yang pengen eksis emang majikannya.] :P

0 comments: